Di zaman sekarang ini, agama dengan semangat religious digunakan untuk memperkuat nasionalisme dari serangan idologi-idelogi yang tidak sesuai dengan Pancasila. Oleh karena itu perlu ada penguatan paham nasionalisme yang religius untuk memperkuat semua dasar filosofis berbangsa menjadi Ideologis Indonesia, yaitu Pancasila. Bangsa Indonesia harus menempatkan penghormatan kepada sistem nilai kebangsaan terhadap nilai-nilai religius itu sendiri. Sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Nasionalisme yang ada sejalan dengan pikiran dasar keimanan kita. Sebagai bangsa yang memberikan penghormatan kepada nilai keagamaan. Nasionalisme tidak boleh berdiri sendiri. Harus senafas dengan nilai spritual keagamaan termasuk dengan nilai kemanusiaan. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, dalam pelaksanaannya diperkuat dengan sumber dan basis norma keagamaan, yang membawa manfaat, berkah dan rahmat, untuk kesuksesan manusia di dunia maupun akhirat.
Kearifan lokal Baiman, Bauntung, dan Batuah sebagai akar moral “urang” Banjar mengandung muatan nilai-nilai agama yang sejalan, sesuai dan sinergis dengan nilai-nilai Pancasila. Sinergitas nilai-nilai agama dan Pancasila dalam konsepsi Baiman, Bauntung dan Batuah mengandung muatan nasionalisme religius, yang layak diperkokoh untuk memperkuat Nasionalisme Indonesia, dengan tetap menjadikan agama sebagai dasar, untuk meletakkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama Pancasila, untuk seluruh agama dan kepercayaan yang diakui di Indonesia.













